Kabupaten Purbalingga

Sekang Wikipedia, Ensiklopedia Bebas sing nganggo Basa Banyumasan: dhialek Banyumas, Purbalingga, Tegal lan Purwokerto.
Jump to navigation Jump to search


Kabupaten Purbalingga
Lambang kabupaten purbalingga.jpg
Lambang Kabupaten Purbalingga
Moto: Prasetyaning Nayaka Amangun Praja
Slogan pariwisata: PERWIRA (Pengabdian, Rapi, Wibawa, Iman, Ramah lan Aman)


Locator kabupaten purbalingga.png
Peta lokasi Kabupaten Purbalingga
Koordinat: 1º 10" - 7º 29" Lintang Kidul
101º 11" - 109º 35" Bujur Wetan
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal Peresmian -
Ibu kota Purbalingga
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si
 - DAU Rp. 263.393.000.000
Luas 777.764,122 ha (2,39% luas Jawa Tengah)
Populasi
 - Total 890.779 (2007)
 - Kepadatan 1.343,19
Demografi
 - Kode area telepon 0281
Pembagian administratif
 - Kecamatan 18
 - Kelurahan 239
Simbol khas daerah
 - Situs web http://www.purbalinggakab.go.id/
Kediaman bupati Purbalingga di sekitar tahun 1905

Kabupaten Purbalingga kuwe salah siji kabupaten nang Jawa Tengah sing enggone nang wilayah Banyumasan, kota Purbalingga kuwe ibukota kabupatene, kota-kota liyane : Bobotsari, Kalimanah, Mrebet lly. Luas wilayah Kabupaten kiye ± 777,65 Km2 Jumlah Penduduk: ± 900.000 jiwa.

Geografis[sunting | besut sumber]

Letak Wilayah : Bujur wetan : 101º 11" - 109º 35" karo Lintang kidul : 1º 10" - 7º 29".

Bates Wilayah : Sisi lor berbatesan karo Kabupaten Pemalang, sisi kidul berbatesan karo Kabupaten Banyumas uga Kabupaten Kebumen, sisi kulon berbatesan karo Kabupaten Banyumas, sisi wetan karo Kabupaten Banjarnegara.

Basa sing dituturna penduduk kabupaten Purbalingga yakuwe basa Banyumasan.

Pemerentahan[sunting | besut sumber]

Jumlah kecamatan nang kabupaten kiye ana 18:

Jumlah desa: 224, kelurahan: 15.

Sosial & Ekonomi[sunting | besut sumber]

Umum[sunting | besut sumber]

Perkara sosial masyarakat Purbalingga kuwe cenderung esih asli, esih manut maring hukum adat uga agama sing dianut masyarakate.
Ekonomi, termasuk lumayan, ndeyan merga ana pembangunan pabrik-pabrik nang kabupaten Purbalingga kiye sing marakna bisa mbantu ngurangi penggangguran, sing akhire mengko bisa nggawa Purbalingga nang situasi ekonomi sing luwih maen utamane kanggo masyarakate.

Industri[sunting | besut sumber]

Di Purbalingga ada banyak industri dengan bahan baku rambut manusia untuk dijadikan bulu mata palsu (eye-lash) atau juga dibuat wig atau rambut palsu serta sanggul maupun hair piece sing dipasang untuk memberikan tambahan rambut atau juga high-light secara temporer di rambut kita.[1] Keistimewaan lain yaiku industri knalpot sing merupakan transformasi dari industri kuali lan panci tembaga. Knalpot Braling cukup terkenal di kalangan pemilik mobil, sebagai alternatif suku cadang murah. ada juga pabrik rokok sing berada di padamara sing merupakan cabang dari HM SAMPOERNA,Tbk.

Pariwisata[sunting | besut sumber]

  • Gua Lawa, Goa alam sing terletak di Kecamatan Karangreja, 25 km sebelah utara Purbalingga.
  • Wisata Agro Kebun Strawberry terletak di Pratin, Serang, Kec. Karangreja.
  • Desa Wisata Karangbanjar, merupakan pemukiman dengan suasana Pedesaan sing alami lan aneka pusat kerajinan rumah tangga. Desa Wisata Karangbanjar merupakan salah satu tujuan wisata sing sering dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun manca negara. Letaknya juga sangat strategis, karena tepat sejalur dengan obyek wisata andalan lainnya seperti Owabong, Taman , Taman Buah lan Museum Uang. Di desa Wisata Karang Banjar ini, pengunjung dapat melihat secara langsung ke home industri proses pembuatan rambut palsu, bulu mata palsu, sapu lidi, sapu ijuk, sanggul. Ada juga fasilitas ‘homestay’ di rumah penduduk dengan biaya sing sangat terjangkau. Suasana pedesaan sing sejuk, makanan khas daerah setempat, penduduk sing ramah membuat suasana sing semakin nyaman.
  • Objek wisata air Bojongsari atau terkenal dengan singkatan Owabong juga merupakan objek wisata favorit. Saat ini ada banyak arena bermain sing melengkapi Owabong ini. Di samping kolam renang juga ada kolam arus, arena Gokar, waterboom, arung jeram, terapi ikan, arena outbond lan permainan air lainnya.
  • Purbasari Pancuran Mas, dikenal pula sebagai RiverWorld karena memiliki koleksi ikan air tawar sing lengkap seperti Arwana, Piranha lan ikan raksasa Arapaima Gigas dari Sungai Amazon sing panjangnya mencapai 3 meter. Selain itu terdapat pula koleksi Unggas, Koleksi Burung lan Tanaman Hias sing menarik juga disertai area permainan anak berupa 'Waterboom.
  • Pendakian Gunung Slamet dapat dimulai dari Pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Rute ini termasuk rute paling populer bagi para pendaki.
  • Monumen Jenderal Soedirman, sing terletak di Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang. Berupa patung Jenderal Soedirman lan tempat kediaman beliau semasa kecil diantaranya ranjang kayu tempat beliau tidur waktu bayi, perpustakaan, masjid, lan relief kisah kehidupanya.
  • Museum Uang, berisi koleksi uang-uang kuno dari Indonesia lan mancanegara.
  • Museum Reptil dan Serangga (Purbalingga Reptile and Insect Park), berisi koleksi binatang melata lan reptil lan koleksi tanaman buah naga.
  • Museum Wayang Purbalingga
  • Museum dan Perpustakaan Umum Daerah Poerbakawatja
  • Bumi perkemahan lan arena Outbound Munjul luhur
  • Kolam Pemandian Walik Asri
  • Curug Karang, disebut demikian karena memiliki bebatuan hitam lan terjal dengan tiga tingkatan curug.
  • Curug Nini, walaupun air terjunnya tidak terlalu tinggi, di bawah curug ini terdapat sumber mata air sing tidak pernah kering. Menurut ceritera rakyat setempat, di sini terdapat ikan sing tinggal kepala lan durinya saja.
  • Curug Silintang dan Silawang, curug ini terletak di desa Tlahab, Kec. Karangreja.
  • Curug Ciputut, sing memiliki ketinggian 30 m, panorama alamnya sangat indah lan air curug ini juga tidak pernah kering. Di objek wisata alam ini sering di kunjungi wisatawan remaja pada saat libur. Melan menuju Curug Ciputut ini agak sulit. Justru karena tingkat kesulitan menuju lokasi wisata ini sering dijadikan sarana petualangan bagi wisatawan remaja.
  • Kabupaten Purbalingga juga memiliki objek wisata air cukup eksotik, yakni Congot sing merupakan pertemuan dua buah sungai, yakni Sungai Klawing lan Serayu. Objek wisata ini terletak di Desa Kedungbendo, Kecamatan Kemangkon, sekitar 15 km selatan kota Purbalingga.
  • Usman Janatin City Park, Purbalingga. Sebelum dijadikan taman kota, dulu area ini merupakan Pasar Kota Purbalingga akan tetapi lokasi pasar telah dipindah ke bekas Stadion Wasesa (sekarang stadion berada di Kelurahan Purbalingga Kidul dengan nama Gelora Goentoer Darjono) dengan nama Pasar Segamas sing merupakan salah satu pasar terbesar di Jawa Tengah. Tempat ini biasa anak muda-mudi bisa berkumpul, duduk-duduk di taman kota sing luas. Di tempat ini dilengkapi dengan LCD sing berukuran besar menasingkan serba serbi kota Purbalingga dengan perkembangannya. Di sini pula terdapat gedung Entertainment Center sing di gunakan untuk acara-acara kesenian serta terdapat panggung di sisi selatannya.
  • Wisata Kayak lan Sekolah Kayak Nasional [2]

Transportasi[sunting | besut sumber]

Sarana transportasi utama untuk menuju dari lan ke Purbalingga yaiku angkutan Bus. Tersedia berbagai macam Bus baik AKDP(Antar Kota Dalam Propinsi) maupun AKAP(Antar Kota Antar Propinsi). Memiliki Stasiun Kereta Api tapi sekarang sudah tidak berfungsi juga ada Bandar Udara Wirasaba sing berfungsi sebagai Sarana Transportasi Pesawat Udara untuk keperluan Militer.

Olah raga[sunting | besut sumber]

Purbalingga memiliki Klub sepakbola Persap (Persatuan Sepakbola Purbalingga) sing pada 18 Januari tahun 2011 ini menjuarai Kompetisi divisi II PSSI 2010-2011.[3]

Komunitas[sunting | besut sumber]

Purbalingga memiliki Komunitas Film Independen sing sangat diperhitungkan di kancah Nasional. Berbagai ajang perfilman nasional berhasil diraih lan dimenangi, selain itu Komunitas ini juga menggelar ajang festival film independen secara rutin sing disebut PFF (Purbalingga Film Festival).[4][5] Untuk pertama kalinya pada 6 Desember 2010 Komunitas Film Independen Purbalingga memenangi Piala Citra dalam Festival Film Indonesia untuk kategori Film Pendek.[6][7][8]

Kuliner[sunting | besut sumber]

Makanan sing paling dikenal di Purbalingga yaiku mendoan, ini yaiku makanan sing dibuat dari tempe kedele. Istimewanya, pembuatan mendoan diproses mulai dari saat membuat tempenya, jadi mendoan tak bisa dibuat dari sembarang tempe. Tempe mendoan yaiku tempe tipis sing dibuat melebar/meluas. Untuk membuat mendoan, tempe ini diberi tepung sing dibumbu garam, ketumbar lan daun bawang. Digoreng sebentar sehingga masih terasa lunak, bila digoreng agak lama akan dadine tempe "muledi" sing sedikit agak liat. Lebih lama lagi sampai kering maka disebut tempe "keripik".

Purbalingga juga dikenal sebagai tempat pabrik Slamet, sing memproduksi permen Davos sejak tahun 1931 [9], permen ini sangat dikenal sejak zaman dulu. Oleh-oleh istimewa lainnya apalagi kalau bukan kacang mirasa. Penampilannya bolehlah gosong lan mirip kacang kulit khas pedesaan. Tapi rasanya? Banyak orang ketagihan untuk membelinya lan membawanya sebagai oleh-oleh. Berbeda dnegan kacang kulit pabrikan, kacang mirasa dibuat dengan cara merendamnya pada air sehari semalam. Keesokan harinya dilumuri garam lan dibiarkan dalam bak selama sehari semalam juga. Besoknya baru direndam air lagi selema sehari semalam. Kemudian dijemur di bawah sinar matahari, baru setelah kering disangrai dengan pasir. Jadilah kacang khas Purbalingga sing renyak lan 'kemlithik'.

Sroto (nama sebutan soto untuk wilayah Purbalingga lan Banyumas) juga terkenal. Perbedaan mendasar sroto dengan soto pada umumnya terletak pada sambalnya yaitu sambal kacang sing pedas legit, menggunakan ketupat bukan nasi, serta ditaburi suwiran daging lan remasan krupuk. Beda Sroto Sokaraja dengan Sroto Purbalingga juga bisa dilihat dari kerupuknya. Umumnya Sroto Sokaraja menggunakan krupuk warna warni, selangkan Sroto Purbalingga menggunakan krupuk merah putih. Sroto Purbalingga sing kesohor terutama sroto kriyiknya [10]. Di sini setelah daging ayam disuwir untuk sroto maka "rongkong"nya (tulang dada) digoreng kering lan disajikan sebagai lauk sroto. Rasanya garing lan kriyik-kriyik, itu sebabnya disebut sroto kriyik. Selain sroto kriyik, ada juga sroto so sing tak kalah nikmat. Sroto So[11] ini mirip pada umumnya sroto khas Purbalingga, hanya saja ada tambahan daun melinjo atau sing biasa disebut 'so' sing menambah cita rasa unik makanan berkuah ini. Sroto khas lainnya biasa disebut sesuai lokasinya, seperti Sroto Bancar lan Sroto Jatisaba.

Ada lagi makanan khas sing sering diburu orang ketika bertanlang ke Purbalingga, yaitu Buntil. Buntil ini dibuat dari kukusan daun keladi, daun pepaya atau daun singkong sing diisi parutan kelapa dicampur ikan teri, diberi bumbu bawang, cabai, lengkuas, asam, garam, dsb. Cara penyajiannya, buntil disiram kuah pedas berbahan utama santan lan cabai merah, lengkap dengan cabai rawit dibiarkan utuh, tidak diiris. Sangat nikmat dimakan saat hangat dengan nasi sing baru tanak. Untuk oleh-oleh, sebaiknya beli Buntil sing tidak bersantan, karena bisa tahan sampai seminggu. Buntil hampir selalu tersedia di setiap pasar pagi di berbagai pelosok Kabupaten Purbalingga. Namun sing paling terkenal Buntil Pasar Kutasari. Untuk mendapatkan semangkuk buntil di Pasar Kutasari, orang rela mengantri sejak pagi.

Sate Blater juga bisa dadine menu pilihan lain sing khas dari Purbalingga. Disebut Sate Blater karena asal muasal sate ini dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah. Meski sama-sama sate ayam, Sate Blater sedikit berbeda dengan sate Madura atau sate ayam lainnya. Perbedaannya terletak pada cara memasaknya. Jika pada umumnya sate dibakar saat daging masih mentah, kalau sate blater sebelum dibakar harus direndam dalam bumbu rahasia racikan khas orang-orang Desa Blater, lan saat dibakarpun masih berkali-kali dilumuri bumbu sing sama. Sehingga cita rasanya memang sangat terasa hingga gigitan terakhir. Proses memasak sing berbeda, membuat sate ini juga kuat disimpan hingga tiga hari. bahkan jika disimpan di lemari pendingin bisa lebih lama lagi.

Selain makanan, Purbalingga juga dikenal dengan es duriannya sing selalu membuat kangen. Meskipun saat ini banyak sing meniru, tidak ada sing menandingi rasa khas es durian Tugu Bancar racikan Pak Kasdi. Di dalam semangkuk es durian, daging buah durian disiram gula merah cair lan santan kelapa segar, ditambah serutan es batu hingga menggunung. Tak berhenti sampai disitu, gunungan es durian itu masih disiram susu kental manis lan sesendok cokelat panas.

Ada juga kue Nopia,[12] asalnya juga dari Purbalingga, sekitar tahun 50-an keluarga Ting Lie Liang memulai usaha bikin penganan nopia sing juga disebut telor gajah. Bantuknya putih dari tepung terigu berisi gula Jawa. Ada juga nopia mini sing biasa disebut mino. Baik nopia maupun mino tersedia dalam berbagai rasa, seperti rasa durian, rasa nana, rasa stroberi lan sing rasanya paling unik rasa bawang merah.

Pendidikan[sunting | besut sumber]

Tokoh terkenal[sunting | besut sumber]

Masjid Agung Purbalingga
  • Jenderal Soedirman, jenderal besar pertama di Indonesia. Legenda dalam dunia militer Indonesia, pakar perang gerilya lan terkenal gigih dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
  • Usman Janatin bin H. Ali Hasan, (18 Maret 1943 - 17 Oktober 1968) yaiku salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Marinir) Indonesia sing ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia. Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Harun, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura sing padat pada 10 Maret 1965 (lihat Pengeboman MacDonald House). Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
  • Syekh Nahrawi al banyumasyi, Beliau yaiku seorang ulama sing sangat masyhur di tanah Arab. Beliau banyak mempunyai murid lan bahkan dadine hakim agung di Arab Saudi (lihat; Islam transformasi; Azyumardi Azra; Gramedia; 1997). Syeh Nahrowi ini wafat pada tahun 1926 di Makkah.
  • KH Abu 'Amar, beliau yaiku kakak dari Syeh Nahrowi al Banyumasi. KH Abu 'Amar ini yaiku seorang intelektual muslim sing sangat disegani tidak saja pada regional Banyumas akan tetapi juga nasional. Kancah beliau di tingkat nasional bisa ditelusur ketika beliau berteman akrab dengan seorang hakim belanda sing sangat terkenal yaitu Prof. Terrhar. Diskusi sing intens KH 'Abu 'Amar ini dengan Terhar ini kemudian memunculkan perlunya sebuah peradilan bagi kaum inderland tersendiri sing terpisah dengan landrat sing ada ketika itu. Peradilan ini hanya diberlakukan buat kaum inderlands sing berhubungan dengan hukum-hukum perdata (Begerlijc Wetbook). Sektor sing diurus oleh peradilan ini meliputi pernikahan, perceraian, hukum waris. Peradilan ini kemudian dikenal dengan Pengadilan Agama, sing peradilan agama ini telah berkembang sekarang sampai keseluruh persada nusantara. Dalam sejarah peradilan di Indonesia, pengadilan agama ini sekarang telah dadine salah satu dari empat peradilan di Indonesia. Dan sekarang pengadilan Agama telah sama kedudukannya dengan pengadilan umum serta dibawah satu atap Mahkamah Agung. Bahkan kewenangan Pengadilan Agama kini telah meluas tidak saja hal-hal sing berkenaan denngan hukum Perdata tapi juga menerima sengketa pilana sing bersifat syariah.
  • KH Mohammad Ngisom, beliau yaiku putra dari KH Abu 'Amar. Beliau merupakan ulama sing sangat disegani di Nusantara. Beliau pada masa mulanya berdakwah tidak saja di Indonesia tapi juga di Singapura, timur tengah bahkan sampai Rusia. Penuturan secara lisan sing writer himpun menyatakan bahwa ketika beliau di singapura melakukan dakwah sampai hampir puluhan tahun. Sampai kemudian beliau mempunyai istri orang singapura. Tidak hanya itu sekembalinya beliau berdakwah melanglang buana, kemudian beliau juga aktif di partai politik masyumi. Karier politik beliau cukup cemerlang dengan dadine ketua DPRD Kab. Purbalingga pertama kalinya.
  • KH R Abdul Mu'in, cucu dari KH Abu 'Amar. Kemudian ada pula Drs. H Abbas Mu'in MA.
  • Abdullah Sya'roni, SH., yaiku mantan duta besar RI sing berkuasa penuh atas negara syiria, lebanon lan palestina. beliau juga yaiku putra asli Kauman Purbalingga, sing juga masih berkait erat keturunan KH Abu'Amar.
  • KH Ahsin Ma'ruf, beliau ini asalnya dari desa Kertanegara Purbalingga. Masa mulanya beliau habiskan beraktivitas di organisasi keagamaan. Hingga kemudian beliau mewakili Purbalingga untuk duduk di DPRD Propinsi jawa Tengah periode 1971-1977.
  • H. Supriyadi, beliau berasal dari desa Kalijaran kecamatan Karanganyar. masa mulanya memang telah bergelut dengan dunia politik. Baginya politik itu yaiku sesuatu sing sangat mengasikkan. Belaiu yaiku putra dari KH Hisyam Abdul Kariem, seorang panutan sing sangat disegani di Purbalingga. KH Hisyam Abdul Kariem ini merupakan ulama sing sangat pilihan terutama dibilang falaq atau astronomi lan beliau ini juga banyak sekali menciptakan lan telah diterbitkan syair-syair karangan beliau sing berupa puji-pujian. H Supriyadi ini tidak berkecimpung di politik praktis, beliau juga aktif di Nahdlatul Ulama Purbalingga. Hingga pada periode 1977-1981 beliau menjabat sebgai Ketua Pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purbalingga. Begitupun di bilang politik, ada pameo siapa sing tidak kenal dengan Pak Supriyadi. Sosok sing humoris, peduli dengan sesama, lan sangat bersahaja ini karir politiknya sejak muda hingga ahir hayat, terus menonjol. Dimulai dari sebagai anggota DPRD Kabupaten Purbalingga, dadine Wakil Ketua DPRD Kab. Purbalingga beberapa kali lan terakhir beliau menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 1984-1989 utusan daerah. Begitupun, dari ranah kauman ini telah pula muncul generasi-generasi unggulan. tidak hanya pada level daerah tapi juga telah merambah ke nasional. Putri H Supriyadi, Hj Nurul Hidayah Supriyadi yaiku contohnya. Beliau sing kini dadine anggota DPRD Purbalingga, telah banyak memberikan inspirasi kepada masyarakat bagaimana sebenarnya dadine diri sing baik lan dapat bermanfaat bagi sing lain.

Deleng uga[sunting | besut sumber]

Referensi[sunting | besut sumber]

Pranala Jaba[sunting | besut sumber]