Kabupaten Banyuwangi

Sekang Wikipedia, Ensiklopedia Bebas sing nganggo Basa Banyumasan: dhialek Banyumas, Purbalingga, Tegal lan Purwokerto.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Banyuwangi
Banyuwangi
Blambangan
—  Kabupaten  —
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
Transliterasi lainya
 • Ejaan Lama Banjoewangi
 • Jawa ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦧꦪꦸꦮꦔꦶ
Pantai Plengkung di Banyuwangi bagian selatan
Lambang resmi Kabupaten Banyuwangi
Lambang
Jeneng sejen: Kota Gandrung
Motto: Satya Bhakti Praja Mukti
(basa Indonesia: Setia pada bakti untuk masyarakat makmur)
Lagu kebangsaan: Umbul-Umbul Blambangan
Lokasi Banyuwangi di Jawa Timur
Kabupaten Banyuwangi is located in Indonesia
Kabupaten Banyuwangi
Lokasi Banyuwangi di Indonesia
Koordinat: 8° 18′ 38.16″ S, 114° 20′ 24.64″ E / 8.3106000°S 114.3401778°E / -8.3106000; 114.3401778
Negara  Indonesia
Provinsi 15px Jawa Timur
Ibu Kota Kota Banyuwangi
Hari Jadi 18 Desember 1771[1]
Dibentuk 1950, sebagai Kabupaten
Asal nama Blambangan
Kecamatan 25
Desa 217
Pemerentahan[2]
 - Jenis Kabupaten
 - Bupati H. Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si.
 - Wakil Bupati H. Yusuf Widyatmoko, S.Sos.
Luas[3]
 • Total 5,697 km2 (2,200 sq mi)
Populasi (2018)[4]
 • Total 1.733.515 Jiwa
 • Kepadatan 471/km2 (1,220/sq mi)
 • Laki-laki 869.188 Jiwa
 • Perempuan 864.327 Jiwa
Demonym Blambangan
Demografi
 - Suku bangsa Osing, Jawa, Madura, Bali, Tionghoa, Arab, dll.
 - Agama Islam 93.50%
Hindu 3.90%
Kristen Protestan 1.25%
Katolik 0.72%
Buddha 0.60%
Konghucu 0.03%[5][6]
 - Bahasa Osing, Jawa, Madura, Bali, Arab, Indonesia
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode Pos 684XX
-->
Kode Telepon +62 333
Kode geo ID-JW
Kode ISO 3166 ID-BYW
Plat registrasi kendaraan P
APBD 2.777,42 Miliar
PAD 346,99 Miliar
Situs web banyuwangikab.go.id

Kabupaten Banyuwangi kuwe kabupaten sing Nang Provinsi Jawa Wetan, Indonesia. Ibukotane yakuwe Kota Banyuwangi. Kabupaten kiye letake nang pojok paling ngetan pulau Jawa, nang kawasan Tapal Kuda, Jeung watesan Karo Kabupaten Situbondo nang lor, Selat Bali Nang Wetan, Samudra Hindia Nang kidul , karo Kabupaten Jember Jeung Kabupaten Bondowoso Nang kulon. Kabupaten Banyuwangi yakuwe kabupaten paling amba Nang Jawa Wetan sekaligus dadi sing paling amba Nang Pulo Jawa, amba Kabupaten Banyuwangi sing kosih 5.782,50 km2, atau lewih amba kang Pulo Bali (5.636,66 km2). Nang pesisir Kabupaten Banyuwangi, ana Pelabuhan Ketapang, yang merupakan penghubung utama antara pulo Jawa Karo pulo Bali (Pelabuhan Gilimanuk).

Geografi[sunting | besut sumber]

Secara geografis Kabupaten Banyuwangi terletak pada koordinat 7º45’15”–8º43’2” LS dan 113º38’10” BT.

Wilayah kabupaten Banyuwangi cukup beragam, dari dataran rendah hingga pegunungan. Kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bondowoso, terdapat rangkaian Dataran Tinggi Ijen dengan puncaknya Gunung Raung (3.344 m) dan Gunung Merapi (2.799 m). Di balik Gunung Merapi terdapat Gunung Ijen yang terkenal dengan kawahnya. Gunung Raung dan Gunung Ijen adalah gunung api aktif. [7][8]

Bagian selatan terdapat perkebunan, peninggalan sejak zaman Hindia Belanda. Di perbatasan dengan Kabupaten Jember bagian selatan, merupakan kawasan konservasi yang kini dilindungi dalam sebuah cagar alam, yakni Taman Nasional Meru Betiri. Pantai Sukamade merupakan kawasan penangkaran penyu. Di Semenanjung Blambangan juga terdapat cagar alam, yaitu Taman Nasional Alas Purwo.

Pantai timur Banyuwangi (Selat Bali) merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Tepatnya di Kecamatan Muncar terdapat pelabuhan perikanan.

Sejarah[sunting | besut sumber]

Sejarah Banyuwangi tidak lepas dari sejarah Kerajaan Blambangan. Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi merupakan bagian dari Kerajaan Hindu Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun. Pada masa ini secara administratif VOC menganggap Blambangan sebagai wilayah kekuasannya, atas dasar penyerahan kekuasaan jawa bagian timur (termasuk blambangan) oleh Pakubuwono II kepada VOC. Padahal Mataram tidak pernah bisa menguasai daerah Blambangan yang saat itu merupakan kerajaan hindu terakhir di pulau Jawa. Namun VOC tidak pernah benar-benar menancapkan kekuasaanya sampai pada akhir abad ke-17, ketika pemerintah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan. Daerah yang sekarang dikenal sebagai "kompleks Inggrisan" adalah bekas tempat kantor dagang Inggris.[9]

VOC segera bergerak untuk mengamankan kekuasaanya atas Blambangan pada akhir abad ke-18. Hal ini menyulut perang besar selama lima tahun (1767–1772). Dalam peperangan itu terdapat satu pertempuran dahsyat yang disebut Puputan Bayu sebagai merupakan usaha terakhir Kerajaan Blambangan untuk melepaskan diri dari belenggu VOC. Pertempuran Puputan Bayu terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Banyuwangi. Sayangnya, perang ini tidak dikenal luas dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan kompeni Belanda. Namun pada akhirnya VOC-lah yang memperoleh kemenangan dengan diangkatnya R. Wiroguno I (Mas Alit) sebagai bupati Banyuwangi pertama dan tanda runtuhnya kerajaan Blambangan. Tetapi perlawanan sporadis rakyat Blambangan masih terjadi meskipun VOC sudah menguasai Blambangan. Itu bisa terlihat dengan tidak adanya pabrik gula yang dibangun oleh VOC saat itu, berbeda dengan kabupaten lainnya di Jawa Timur.

Tokoh sejarah fiksi yang terkenal adalah Putri Sri Tanjung yang di bunuh oleh suaminya di pinggir sungai karena suaminya ragu akan janin dalam rahimnya bukan merupakan anaknya tetapi hasil perselingkuhan ketika dia ditinggal menuju medan perang. Dengan sumpah janjinya kepada sang suami sang putri berkata: "Jika darah yang mengalir di sungai ini amis memang janin ini bukan anakmu tetapi jika berbau harum (wangi) maka janin ini adalah anakmu". Maka seketika itu darah yang mengalir ke dalam sungai tersebut berbau wangi, maka menyesalah sang suami yang dikenal sebagai Raden Banterang ini dan menamai daerah itu sebagai Banyuwangi.

Tokoh sejarah lain ialah Minak Djinggo, seorang Adipati dari Blambangan yang memberontak terhadap kerajaan Majapahit dan dapat ditumpas oleh utusan Majapahit, yaitu Damarwulan. Namun sesungguhnya nama Minak Djinggo bukanlah nama asli dari adipati Blambangan. Nama tersebut diberikan oleh sebagian kalangan istana Majapahit sebagai wujud olok-olok kepada Brhe Wirabumi yang memang putra prabu hayam wuruk dari selir. Bagi masyarakat Blambangan, cerita Damarwulan tidak berdasar. Cerita ini hanya bentuk propaganda Mataram yang tidak pernah berhasil menguasai wilayah Blambangan yang saat itu disokong oleh kerajaan hindu Mengwi di Bali.

Julukan[sunting | besut sumber]

[[Berkas:Welcome to Banyuwangi.jpg|jmpl|Patung selamat datang di Banyuwangi pada kaki gunung Gumitir]] Kabupaten Banyuwangi menyandang beberapa julukan, di antaranya:

  • The Sunrise of Java

Julukan The Sunrise of Java disandang Kabupaten Banyuwangi tidak lain karena daerah yang pertama terkena sinar matahari terbit di pulau Jawa.

  • Bumi Blambangan

Sejarah berdirinya Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari sejarah kerajaan Blambangan, karena Blambangan merupakan cikal bakal dari Banyuwangi. Blambangan adalah kerajaan yang semasa dengan kerajaan Majapahit bahkan dua abad lebih panjang umurnya. Blambangan adalah kerajaan yang paling gigih bertahan terhadap serangan Mataram dan VOC serta Blambanganlah kerajaan yang paling akhir ditaklukkan penjajah Belanda di pulau Jawa.

  • Kota Osing

Salah satu keunikan Banyuwangi adalah penduduk yang multikultur, dibentuk oleh 3 elemen masyarakat yaitu Jawa Mataraman, Madura, dan Osing. Suku Osing adalah penduduk asli Banyuwangi. Sebagai keturunan kerajaan Blambangan, suku osing mempunyai adat-istiadat, budaya maupun bahasa yang berbeda dari masyarakat jawa dan madura.

  • Kota Santet

Julukan Banyuwangi kota santet terkenal sejak peristiwa memilukan ketika 100 orang lebih dibunuh secara misterius karena dituduh memiliki ilmu santet. Peristiwa ini dikenal luas oleh masyarakat sebagai “Tragedi Santet” Tahun 1998.

  • Kota Gandrung

Kabupaten Banyuwangi terkenal dengan Tari Gandrung yang menjadi maskot kabupaten ini.

  • 'Kota Banteng

Kabupaten Banyuwangi dijuluki kota banteng dikarenakan di Banyuwangi tepatnya di Taman Nasional Alas Purwo terdapat banyak banteng jawa.

  • Kota Pisang

Sejak dahulu Kabupaten Banyuwangi sangat dikenal sebagai penghasil pisang terbesar, bahkan tiap dipekarangan rumah warga selalu terdapat pohon pisang.

  • Kota Festival

Berawal dari sukses penyelenggaraan kegiatan budaya Banyuwangi Ethno Carnival pertama pada tahun 2011 lalu, maka pada tahun-tahun berikutnya seakan tak terbendung lagi semangat dan kegairahan masyarakat Banyuwangi untuk mengangkat potensi dan budaya daerah melalui rangkaian kegiatan yang dikemas dalam tajuk Banyuwangi Festival. Maka sejak 2012 acara Banyuwangi Ethno Carnival ditahbiskan menjadi agenda tahunan berbarengan dengan kegiatan lain, baik yang bersifat seni, budaya, fesyen, dan wisata olahraga.

Pemerintahan[sunting | besut sumber]

Daftar Bupati[sunting | besut sumber]

Daftar Bupati Banyuwangi

Dewan Perwakilan[sunting | besut sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyuwangi

Kecamatan[sunting | besut sumber]

Kabupaten Banyuwangi terdiri atas 25 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi terdiri dari:

  1. Bangorejo
  2. Banyuwangi
  3. Blimbingsari
  4. Cluring
  5. Gambiran
  6. Genteng
  7. Giri
  8. Glagah
  9. Glenmore
  10. Kabat
  11. Kalibaru
  12. Kalipuro
  13. Licin
  14. Muncar
  15. Pesanggaran
  16. Purwoharjo
  17. Rogojampi
  18. Sempu
  19. Siliragung
  20. Singojuruh
  21. Songgon
  22. Srono
  23. Tegaldlimo
  24. Tegalsari
  25. Wongsorejo
[[file:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|500px|Kabupaten Banyuwangi is located in Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency]]<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Genteng|link=|alt=]]
<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Bangorejo|link=|alt=]]
Bangorejo

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Kalibaru|link=|alt=]]

Kalibaru

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Glenmore|link=|alt=]]

Glenmore

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Srono|link=|alt=]]

Srono

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Songgon|link=|alt=]]

Songgon

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Licin|link=|alt=]]

Licin

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Kota Banyuwangi|link=|alt=]]

Kota Banyuwangi

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Sempu|link=|alt=]]

Sempu

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Rogojampi|link=|alt=]]

Rogojampi

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Giri|link=|alt=]]

Giri

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Kalipuro|link=|alt=]]

Kalipuro

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Gambiran|link=|alt=]]

Gambiran

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Tegalsari|link=|alt=]]

Tegalsari

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Pesanggaran|link=|alt=]]

Pesanggaran

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Purwoharjo|link=|alt=]]

Purwoharjo

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Wongsorejo|link=|alt=]]

Wongsorejo

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Glagah|link=|alt=]]

Glagah

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Kabat|link=|alt=]]

Kabat

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Singojuruh|link=|alt=]]

Singojuruh

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Blimbingsari|link=|alt=]]

Blimbingsari

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Muncar|link=|alt=]]

Muncar

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Cluring|link=|alt=]]

Cluring

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Tegaldlimo|link=|alt=]]

Tegaldlimo

<div style="position: absolute; z-index: 2; top: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; left: Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.%; height: 0; width: 0; margin: 0; padding: 0;"><div style="position: relative; text-align: center; left: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; top: -Masalah pitembungan: Karakter tandha waca "[" ora dingertèni.px; width: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; font-size: Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx; line-height: 0; z-index:100;" title="">[[File:Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regency|Cithakan:Location map Indonesia Banyuwangi RegencyxCithakan:Location map Indonesia Banyuwangi Regencypx|Siliragung|link=|alt=]]

Siliragung
Peta administrasi kabupaten Banyuwangi

Transportasi[sunting | besut sumber]

Ibu kota Kabupaten Banyuwangi berjarak 290 km sebelah timur Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Banyuwangi merupakan ujung paling timur jalur pantura serta titik paling timur jalur kereta api pulau Jawa yaitu Stasiun Banyuwangi Baru.[10]

Pelabuhan Ketapang terletak di kota Banyuwangi bagian utara, menghubungkan Jawa dan Bali dengan kapal ferry, LCM, roro dan tongkang.[rujukan?]

Dari Surabaya, Kabupaten Banyuwangi dapat dicapai dari dua jalur jalan darat, jalur utara dan jalur selatan. Jalur utara merupakan bagian dari jalur pantura yang membentang dari Anyer hingga pelabuhan Panarukan dan melewati kabupaten Situbondo. Sedangkan jalur selatan merupakan pecahan dari jalur pantura dari Kabupaten Probolinggo melewati Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember di kedua jalur tersebut tersedia bus eksekutif/PATAS maupun ekonomi.

Terdapat pula moda transportasi darat lainnya, yaitu jalur kereta api Surabaya – Pasuruan – Probolinggo – Jember dan berakhir di Banyuwangi. Stasiun Banyuwangi Baru terletak di Kota Banyuwangi tidak jauh dari Pelabuhan Penyeberangan Ketapang. Stasiun Kereta Api yang cukup besar di Banyuwangi adalah Stasiun Banyuwangi Baru, Karang Asem, (Kecamatan Glagah), Rogojampi, Stasiun Kalisetail, (Kecamatan Sempu), dan Kalibaru. Selain itu ada juga stasiun yang lebih kecil seperti Singojuruh, Temuguruh, Glenmore, Sumberwadung dan Halte Krikilan.

Untuk transportasi wilayah perkotaan terdapat moda angkutan mikrolet, taksi Using Transport serta van atau yang oleh masyarakat setempat disebut 'colt' yang melayani transportasi antar kecamatan dan minibus yang melayani trayek Banyuwangi dengan kota-kota kabupaten di sekitarnya.

Bandar Udara Blimbingsari di kecamatan Blimbingsari dalam pembangunannya sempat tersendat akibat kasus pembebasan lahan, dan memakan korban 2 bupati yang menjabat dalam masa pembangunannya yaitu Bupati Samsul Hadi (2000–2005) dan Bupati Ratna Ani Lestari (2005–2010). Dan pada tanggal 28 Desember 2010, Bandar Udara Blimbingsari telah dibuka untuk penerbangan komersial Banyuwangi (BWX) – Jakarta (CGK) – Banyuwangi (BWX) dan Banyuwangi (BWX) – Surabaya (SUB) – Banyuwangi (BWX).

Selain itu terdapat Pelabuhan Tanjung Wangi di Ketapang, Kecamatan Kalipuro selain sebagai pelabuhan bongkar muat barang dan peti kemas, juga melayani pelayaran ke kepulauan di bagian timur Madura, seperti Kep. Sapeken, Kep. Kangean, dan Kep. Sapudi.

Moda transportasi alternatif yang juga sudah diluncurkan berupa Kapal Cepat Marina Srikandi yang memiliki kapasitas hingga 145 orang penumpang.[11] Kapal cepat ini beroperasi dari Pantai Boom Banyuwangi.[12] Pengoperasian kapal ini didorong oleh pemikiran bahwa pertumbuhan pariwisata Banyuwangi juga ditopang oleh pertumbuhan pariwisata di Bali dan Lombok, sehingga perjalanan yang menghubungkan ketiganya harus terus ditingkatkan.

Penduduk[sunting | besut sumber]

Penduduk Banyuwangi cukup beragam. Mayoritas adalah Suku Osing, namun terdapat Suku Madura (kecamatan Muncar, Wongsorejo, Kalipuro, Glenmore dan Kalibaru) dan suku Jawa yang cukup signifikan, serta terdapat minoritas suku Bali, dan suku Bugis. Suku Bali banyak mendiami desa di kecamatan Rogojampi, bahkan di desa Patoman, Kecamatan Rogojampi seperti miniatur desa Bali di pulau Jawa. Suku Osing merupakan penduduk asli kabupaten Banyuwangi dan bisa dianggap sebagai sebuah sub-suku dari suku Jawa. Mereka menggunakan Bahasa Osing, yang dikenal sebagai salah satu ragam tertua bahasa Jawa. Suku Osing mendiami di Kecamatan Glagah, Licin, Songgon, Kabat, Giri, Kota serta sebagian kecil di kecamatan lain.[rujukan?]

Pendidikan[sunting | besut sumber]

Daftar perguruan tinggi[sunting | besut sumber]

Perguruan tinggi negeri[sunting | besut sumber]

Logo Nama Perguruan Tinggi Alamat
Politeknik Negeri Banyuwangi Labanasem
50px Akademi Penerbangan Indonesia Blimbingsari
50px Universitas Airlangga PDD Banyuwangi Giri

Perguruan tinggi swasta[sunting | besut sumber]

Logo Nama Perguruan Tinggi Alamat
Universitas 17 Agustus 1945 Taman Baru
50px Universitas PGRI Banyuwangi Kertosari
50px Universitas Bhakti Indonesia Sraten
50px Sekolah Tinggi Komunikasi PGRI Banyuwangi Taman Baru
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi Giri
Akademi Kelautan Banyuwangi Ketapang
Akademi Kesehatan Rustida Krikilan
Institut Agama Islam Darussalam Blokagung
Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng

Pariwisata[sunting | besut sumber]

jmpl|ka|250px|Ombak Pantai Plengkung, salah satu ombak terbaik di dunia. Kabupaten Banyuwangi memiliki banyak objek wisata seperti[13][14][15]

Cagar budaya[sunting | besut sumber]

Kuliner Banyuwangi[sunting | besut sumber]

Masakan[sunting | besut sumber]

Kabupaten Banyuwangi mempunyai bermacam-macam masakan khas Banyuwangi, diantaranya:

  • Sego tempong
  • Sego cawuk
  • Pindang Srani
  • Sego Gecok
  • Sego Golong
  • Sate Kalak
  • Pecel Pitik
  • Sambel Lucu
  • Jangan Kelor
  • Jangan Kesrut
  • Jangan Pakis
  • Jangan Lobok
  • Jangan Lompong
  • Jangan Bobohan
  • Jangan Jawar
  • Jangan Leroban
  • Jangan Pol
  • Jangan Klenthang
  • Jangan Bung
  • Pelasan Oling
  • Pelasan Uceng
  • Peceg Lele
  • Uyah Asem Pitik
  • Kupat Lodoh
  • Pindang koyong
  • Bothok Simbukan
  • Bothok Tawon
  • Ayam Pedas Genteng
  • Rujak Letog
  • Sambel Pedho
  • Sambel Pindang
  • Sambel Pete
  • Oseng-oseng Pare
  • Bindol Pakem
  • Tahu Petis
  • Wiyongkong
  • Rujak soto
  • Pecel Thotol
  • Lak-lak

Jajanan tradisional[sunting | besut sumber]

Kabupaten Banyuwangi mempunyai bermacam-macam jajanan pasar khas Banyuwangi, diantaranya:

  • Bagiak
  • Sale Pisang Barlin
  • Kelemben
  • Satuh
  • Manisan Cerme
  • Manisan Pala Kering
  • Manisan Tomat
  • Manisan Kolang-kaling
  • Ladrang
  • Kacang Tanah Open Asin
  • Dodol Salak
  • Sale Pisang Anggur
  • Loro Kencono
  • Karang Emas
  • Kolak Gepuk
  • Widaran
  • Wiroko
  • Petulo
  • Ketan Kirip
  • Onde – Onde
  • Tahu Walek
  • Minuman[sunting | besut sumber]

    Kabupaten Banyuwangi mempunyai bermacam-macam minuman khas Banyuwangi, diantaranya:

    • Secang
    • Selasih
    • Ronde
    • Angsle
    • Caok
    • Setup Semarang
    • Kolak Duren
    • Kopi Luwak
    • Kopi Lanang
    • Kopi Kemiren
    • Es Gedang Ijo
    • Es Temu lawak

    Oleh-oleh[sunting | besut sumber]

    Kabupaten Banyuwangi mempunyai bermacam-macam oleh-oleh khas Banyuwangi, diantaranya:

    • Awug (iwel-iwel)
    • Lanun
    • Serabi Solo
    • Dodol garut
    • Jenang Kudus
    • Jenang Bedil
    • Jenang Mutioro
    • Jenang Selo
    • Ketot
    • Apem Takir
    • Lak-lak
    • Precet
    • Sumping
    • Bikang
    • Setupan Polo

    Seni budaya[sunting | besut sumber]

    Kabupaten Banyuwangi selain menjadi perlintasan dari Jawa ke Bali, juga merupakan daerah pertemuan berbagai jenis kebudayaan dari berbagai wilayah. Budaya masyarakat Banyuwangi diwarnai oleh budaya Jawa, Bali, Madura, Melayu, Eropa, Arab, Tionghoa, dan budaya lokal—atau budaya Osing itu sendiri—yang saling isi mengisi dan akhirnya menjadi tipikal yang tidak ditemui di wilayah manapun di pulau Jawa.[rujukan?]

    Di dusun Selorejo, kecamatan Glenmore, di lereng Gunung Raung, terdapat Pura Beji Ananthaboga, sebuah pura dan petirtaan yang terletakserta menempati wilayah Perhutani KPH Banyuwangi Barat. jmpl|Petirtan di Pura Beji Ananthaboga dan Pelinggih Ganesha

    Batik[sunting | besut sumber]

    Batik yang disebut-sebut sebagai jati diri Bangsa Indonesia tak bisa diragukan. Keberadaannya memang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya orang Jawa. Motif-motifnya pun terinspirasi tak jauh dari kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan banyuwangi, memiliki beberapa motif yang terkenal yaitu

    • Gajah oling
    • Paras Gempal
    • Sekar Jagad
    • Kangkung Setingkes
    • Mata Ayam

    Jenis Batik tadi merupakan sebagian dari Motif Batik khas Banyuwangi yang masih hidup dan berkembang di kalangan masyarakat setempat.

    Kesenian tradisional[sunting | besut sumber]

    jmpl|ka|Penari Gandrung di depan rumah adat Osing desa Kemiren. jmpl|ka|Gamelan Banyuwangi yang mengiringi tari gandrung. Kesenian tradisional khas Banyuwangi antara lain:

    Jenis kesenian tadi merupakan sebagian dari kesenian khas Banyuwangi yang masih hidup dan berkembang di kalangan masyarakat setempat.

    Musik khas Banyuwangi[sunting | besut sumber]

    Gamelan Banyuwangi khususnya yang dipakai dalam tari Gandrung memiliki kekhasan dengan adanya kedua biola, yang salah satunya dijadikan sebagai pantus atau pemimpin lagu. Menurut sejarahnya, pada sekitar abad ke-19, seorang Eropa menyaksikan pertunjukan Seblang (atau Gandrung) yang diiringi dengan suling. Kemudian orang tersebut mencoba menyelaraskannya dengan biola yang dia bawa waktu itu, pada saat dia mainkan lagu-lagu Seblang tadi dengan biola, orang-orang sekitar terpesona dengan irama menyayat yang dihasilkan biola tersebut. Sejak itu, biola mulai menggeser suling karena dapat menghasilkan nada-nada tinggi yang tidak mungkin dikeluarkan oleh suling.

    Selain itu, gamelan ini juga menggunakan "kluncing" (triangle), yakni alat musik berbentuk segitiga yang dibuat dari kawat besi tebal, dan dibunyikan dengan alat pemukul dari bahan yang sama, dan angklung, atau rebana.

    Referensi[sunting | besut sumber]

    Pranala luar[sunting | besut sumber]

    Wikivoyage   Deleng panduan wisata Kabupaten Banyuwangi nang Wikivoyage



    This page was moved from . It's edit history can be viewed at Kabupaten Banyuwangi/edithistory