Daftar raja Jawa

Sekang Wikipedia, Ensiklopedia Bebas sing nganggo Basa Banyumasan: dhialek Banyumas, Purbalingga, Tegal lan Purwokerto.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kaca iki isiné daftar raja kerajaan-kerajaan nang Jawa, Indonesia:

Mataram Kuno[sunting | besut sumber]

Dinasti Syailendra[sunting | besut sumber]

Dinasti Sanjaya[sunting | besut sumber]

Medang[sunting | besut sumber]

Kahuripan[sunting | besut sumber]

  • Airlangga (1019-1045), mendirikan kerajaan di reruntuhan Medang
(Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri)

Janggala[sunting | besut sumber]

(tidak diketahui silsilah raja-raja Janggala hingga tahun 1116)

Kadiri[sunting | besut sumber]

(tidak diketahui silsilah raja-raja Kadiri hingga tahun 1116)

Singhasari[sunting | besut sumber]

Majapahit[sunting | besut sumber]

Demak[sunting | besut sumber]

Kerajaan Jipang[sunting | besut sumber]

bergelar Pangeran Raja Adipati (... - 1521)

bergelar Pangeran Raja Adipati (1521 - 1554) Sultan Demak V (1547 - 1554)

Kesultanan Pajang[sunting | besut sumber]

Mataram Baru[sunting | besut sumber]

Daftar ini merupakan Daftar penguasa Mataram Baru atau juga disebut sebagai Mataram Islam. Catatan: sebagian nama penguasa di bawah ini dieja menurut ejaan bahasa Jawa.

Kasunanan Kartasura[sunting | besut sumber]

  1. Amangkurat II (16801702), pendiri Kartasura.
  2. Amangkurat III (17021705), dibuang VOC ke Srilangka.
  3. Pakubuwana I (17051719), pernah memerangi dua raja sebelumya; juga dikenal dengan nama Pangeran Puger.
  4. Amangkurat IV (17191726), leluhur raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.
  5. Pakubuwana II (17261742), menyingkir ke Ponorogo karena Kartasura diserbu pemberontakl; mendirikan Surakarta.

Kasunanan Surakarta[sunting | besut sumber]

Lambang Pakubuwana
  1. Pakubuwana II (1745 - 1749), pendiri kota Surakarta; memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta pada tahun 1745
  2. Pakubuwana III (1749 - 1788), mengakui kedaulatan Hamengkubuwana I sebagai penguasa setengah wilayah kerajaannya.
  3. Pakubuwana IV (1788 - 1820)
  4. Pakubuwana V (1820 - 1823)
  5. Pakubuwana VI (1823 - 1830), diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia; juga dikenal dengan nama Pangeran Bangun Tapa.
  6. Pakubuwana VII (1830 - 1858)
  7. Pakubuwana VIII (1859 - 1861)
  8. Pakubuwana IX (1861 - 1893)
  9. Pakubuwana X (1893 - 1939)
  10. Pakubuwana XI (1939 - 1944)
  11. Pakubuwana XII (1944 - 2004)
  12. Gelar Pakubuwana XIII (2004 - sekarang) diklaim oleh dua orang, Pangeran Hangabehi dan Pangeran Tejowulan.

Kasultanan Yogyakarta[sunting | besut sumber]

Lambang Hamengkubuwana

Hamengkubuwana atau Hamengkubuwono atau Hamengku Buwono atau lengkapnya Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalogo Ngabdurahman Sayiddin Panotogomo Khalifatullah adalah gelar bagi raja Kesultanan Yogyakarta sebagai penerus Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta. Dinasti Hamengkubuwana tercatat sebagai dinasti sing gigih memperjuangkan kemerdekaan pada masa masing-masing, antara lain Hamengkubuwana I atau nama mudanya Pangeran Mangkubumi, kemudian penerusnya sing salah satunya adalah ayah dari Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro, yaitu Hamengkubuwana III. Sri Sultan Hamengkubuwana IX pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia sing kedua.

Sing bertahta saat ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Daftar sultan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

No. Jeneng Mulai Gutul Keterangan
1. Sri Sultan Hamengkubuwono I 13 Februari 1755 24 Maret 1792  
2. Sri Sultan Hamengkubuwono II 2 April 1792 akhir 1810 periode pertama
3. Sri Sultan Hamengkubuwono III akhir 1810 akhir 1811 periode pertama  
Sri Sultan Hamengkubuwono II akhir 1811 20 Juni 1812 periode kedua
Sri Sultan Hamengkubuwono III 29 Juni 1812 3 November 1814 periode kedua  
4. Sri Sultan Hamengkubuwono IV 9 November 1814 6 Desember 1823  
5. Sri Sultan Hamengkubuwono V 19 Desember 1823 17 Agustus 1826 periode pertama
Sri Sultan Hamengkubuwono II 17 Agustus 1826 2 Januari 1828 periode ketiga
Sri Sultan Hamengkubuwono V 17 Januari 1828 5 Juni 1855 periode kedua
6. Sri Sultan Hamengkubuwono VI 5 Juli 1855 20 Juli 1877  
7. Sri Sultan Hamengkubuwono VII 22 Desember 1877 29 Januari 1921  
8. Sri Sultan Hamengkubuwono VIII 8 Februari 1921 22 Oktober 1939  
9. Sri Sultan Hamengkubuwono IX 18 Maret 1940 2 Oktober 1988  
10. Sri Sultan Hamengkubuwono X 7 Maret 1989 sekarang  

Praja Mangkunagaran di Surakarta[sunting | besut sumber]

  1. Mangkunagara I (Raden Mas Said) (1757 - 1795)
  2. Mangkunagara II (1796 - 1835)
  3. Mangkunagara III (1835 - 1853)
  4. Mangkunagara IV (1853 - 1881)
  5. Mangkunagara V (1881 - 1896)
  6. Mangkunagara VI (1896 - 1916)
  7. Mangkunagara VII (1916 -1944)
  8. Mangkunagara VIII (1944 - 1987)
  9. Mangkunagara IX (1987 - sekarang)

Kadipaten Paku Alaman di Yogyakarta[sunting | besut sumber]

  1. Paku Alam I (1813 - 1829)
  2. Paku Alam II (1829 - 1858)
  3. Paku Alam III (1858 - 1864)
  4. Paku Alam IV (1864 - 1878)
  5. Paku Alam V (1878 - 1900)
  6. Paku Alam VI (1901 - 1902)
  7. Paku Alam VII (1903 - 1938)
  8. Paku Alam VIII (1938 - 1998)
  9. Paku Alam IX (1998 - sekarang)

Deleng uga[sunting | besut sumber]