Alfabet Latin

Sekang Wikipédia, Ènsiklopédhi Bébas basa Banyumasan: dhialék Banyumas, Tegal, Cirebon karo Jawa Serang/Banten lor.
Mlumpat maring: navigasi, goleti
Alfabet Latin
Contoh aksara baku nang alfabet Latin Modern.
Informasi
Jenis aksara Alfabet
Basa Latin, Rumpun basa Roman, Rumpun basa Germanik, lan liya-liyane.
Periode sekitare wiwit 700 SM gutul sekiye
Arah penulisan Cithakan:ISO 15924 direction
Silsilah
Aksara sing diturunaken Akeh: deleng Alfabet sing asale sekang dari aksara Latin
Aksara kerabat Alfabet Sirilik
Alfabet Koptik
Alfabet Armenia
Alfabet Rune/Futhark
Baris Unicode Deleng aksara Latin nang Unicode
ISO 15924 Cithakan:ISO 15924 code, Cithakan:ISO 15924 number
Jeneng Unicode Cithakan:ISO 15924 alias

Perhatian: Kaca kiye bisa baen isine nganggo simbol-simbol fonetis IPA nggunakna Unicode.

Alfabet Latin utawa Alfabet Romawi kuwe alfabet sing disit dhewek dieengo nang wong Romawi nggo nulisna basa Latin kurang-lewih antarane wiwit abad kaping-7 Sedurung Masehi. Wong Romawi kuwe sinau nulis karo wong-wong Etruria, lha nek wong Etruria kuwe sinaune karo wong Yunani. Alfabet Etruska kuwe jan-jane anu adapatasi sekang alfabet Yunani. Miturut hipotesis, kabeh aksara alfabetis kuwe mau asale sekang abjad Fenisia, lan abjad Fenisia kuwe asale sekang hieroglif Mesir.


Sekiye alfabet Latin kuwe aksara sing paling akeh dienggo nang donya kanggo nulisna werna-werna basa. Ana pirang-pirang negara sing ngadopsi lan modifikasi alfabet Latin dipasna karo fonologi basa dhewek, jalaran ora kabeh fonem teyeng dilambangna nganggo aksara Latin. Usaha-usaha modifikasi kuwe antarane yakuwe nambahna aksara anyar (conto: J, W), nambahna diakritik (conto: Ñ, Ü), nggabungna aksara/ligatur (modifikasi bentuk, conto: ß, Æ, Œ). Ana negara sing ngatur panganggone dwiaksara nang basa resmine, sing nglambangna fonem sing ora teyeng dilambangna nang alfabet Latin, umpamane "Th" (kanggo swara /θ/ lan /ð/), "Ng" utawa "Nk" (kanggo swara /ŋ/), "Sch" utawa "Sh" (kanggo swara /ʃ/), "Ph" (kanggo swara /ɸ/ lan /f/).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal mula[sunting | sunting sumber]

Dipercaya bahwa bangsa Romawi Kuno mengadopsi sebuah varian dari alfabet Yunani di Cumae, sebuah koloni bangsa Yunani di Italia Selatan, pada abad ke-7 SM. (Gaius Julius Hyginus dalam Fab. 277 menyebutkan legenda bahwa Carmenta, seorang sibila Kimmeri, menyerap lima belas huruf Yunani menjadi alfabet Latin, yang diperkenalkan lewat Latium oleh putranya, Evander, sekitar 60 tahun sebelum perang Troya, namun tidak ada jejak sejarah mengenai kisah ini.) Alfabet Yunani Kuno sendiri pada mulanya berasal dari abjad Fenisia. Dari alfabet Yunani di Cumae, terciptalah alfabet Etruska dan selanjutnya bangsa Romawi mengadopsi 21 huruf dari 26 huruf dalam alfabet Etruska, sebagai berikut:

Alfabet Latin Kuno
𐌀 𐌁 𐌂 𐌃 𐌄 𐌅 𐌆 𐌇 𐌈 𐌉 𐌊 𐌋 𐌌 𐌍 𐌎 𐌏 𐌐 𐌑 𐌒 𐌓 𐌔 𐌕 𐌖 𐌗 𐌘 𐌙 𐌜 𐌚
A B C D E F Z H I K L M N O P Q R S T V X

Huruf ⟨C⟩ adalah varian bentuk gama di Yunani Barat, namun sama-sama dipakai untuk melambangkan bunyi /ɡ/ dan /k/, kemungkinan karena pengaruh bahasa Etruska, yang kurang memiliki konsonan plosif. Kemudian, sekitar abad ke-3 SM, huruf ⟨Z⟩ — yang tidak diperlukan untuk menuliskan bahasa Latin yang lazim — digantikan oleh huruf ⟨G⟩ yang baru, berasal dari bentuk ⟨C⟩ yang telah dimodifikasi dengan menambahkan garis vertikal kecil. Sejak saat itu, ⟨G⟩ melambangkan bunyi /ɡ/ (konsonan plosif bersuara), sementara ⟨C⟩ melambangkan /k/ (konsonan plosif nirsuara). Huruf ⟨K⟩ amat jarang digunakan, misalnya dalam beberapa kata seperti Kalendae, seringkali ejaannya tergantikan oleh ⟨C⟩.

Setelah penaklukkan Yunani oleh Romawi pada abad pertama SM, alfabet Latin memungut (atau mengadopsi kembali) huruf Yunani ⟨Y⟩ dan ⟨Z⟩ untuk menuliskan kata serapan dari bahasa Yunani, sehingga ditempatkan di akhir susunan alfabet. Sebuah usaha oleh Kaisar Claudius yang memperkenalkan tiga huruf tambahan tidak berhasil. Maka dari itu pada masa klasiknya, alfabet Latin hanya mengandung 23 huruf:

Alfabet Latin Klasik
Aksara A B C D E F G H
Jeneng Latin ā ē ef
Pelafalan Latin (AFI) /aː/ /beː/ /keː/ /deː/ /eː/ /ɛf/ /ɡeː/ /haː/
 
Aksara I K L M N O P Q
Jeneng Latin ī el em en ō
Pelafalan Latin (AFI) /iː/ /kaː/ /ɛl/ /ɛm/ /ɛn/ /oː/ /peː/ /kʷuː/
 
Aksara R S T V X Y Z  
Jeneng Latin er es ū ex ī Graeca zēta
Pelafalan Latin (AFI) /ɛr/ /ɛs/ /teː/ /uː/ /ɛks/ /iː ˈɡrajka/ /ˈzeːta/
Prasasti Duenos, bertanggal abad ke-6 SM, menampilkan bentuk terawal dari alfabet Latin Kuno.

Beberapa nama huruf tersebut dalam bahasa Latin masih diragukan. Bagaimanapun, umumnya bangsa Romawi tidak menggunakan nama-nama tradisional seperti dalam alfabet Yunani (yang pada dasarnya diturunkan dari rumpun abjad Semitik: Fenisia, Ibrani, Suryani, Arab). Untuk huruf-huruf yang melambangkan konsonan plosif (B, C, G, dsb.), bangsa Romawi menambahkan bunyi vokal /eː/ dalam penamaannya (kecuali ⟨K⟩ dan ⟨Q⟩, yang memerlukan vokal berbeda agar dapat dibedakan dengan ⟨C⟩) dan nama-nama untuk huruf yang melambangkan konsonan malaran dapat memakai bunyi lugas atau konsonan yang diawali dengan bunyi /e/. Huruf ⟨Y⟩ saat diperkenalkan mungkin disebut "hy" /hyː/ seperti dalam bahasa Yunani, sementara nama upsilon masih belum digunakan, namun kemudian diubah menjadi "i Graeca" (huruf I Yunani) karena penutur bahasa Latin kesulitan membedakan bunyi vokal /y/ dengan /i/. ⟨Z⟩ diberi nama sesuai namanya dalam bahasa Yunani, zeta.

Huruf kursif Romawi Kuno, juga disebut huruf kursif kapital, adalah bentuk tulisan tangan sehari-hari, yang digunakan untuk keperluan bisnis bagi para pedagang, untuk pembelajaran alfabet Latin bagi para anak-anak, dan untuk menuliskan titah oleh Kaisar Romawi. Gaya penulisan yang lebih resmi berdasarkan pada Capitalis Monumentalis, sementara huruf kursif digunakan untuk penulisan yang lebih cepat dan informal. Huruf ini lazim digunakan sejak sekitar abad pertama SM hingga ke-3 M, namun mungkin kemunculannya lebih awal daripada masa tersebut. Huruf ini merupakan dasar bagi huruf Unsial, suatu jenis huruf kapital yang digunakan pada abad ke-3 hingga ke-8 M oleh para juru tulis Latin dan Yunani.

Huruf kursif Romawi Baru, juga dikenali sebagai huruf kursif kecil, digunakan sejak abad ke-3 hingga ke-7 M, dan menggunakan bentuk huruf yang lebih mudah dikenali di masa kini; ⟨a⟩, ⟨b⟩, ⟨d⟩, dan ⟨e⟩ mengambil bentuk yang lebih familier, dan huruf lainnya proporsional antara satu sama lain. Huruf ini berkembang hingga Abad Pertengahan sebagai aksara Merovingian dan Carolingian.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Jensen, Hans (1970). Sign Symbol and Script. London: George Allen and Unwin Ltd. ISBN 0-04-400021-9. . Transl. of Jensen, Hans (1958). Die Schrift in Vergangenheit und Gegenwart. Deutscher Verlag der Wissenschaften. , as revised by the author
  • Rix, Helmut (1993). "La scrittura e la lingua". di dalam Cristofani, Mauro (hrsg.). Gli etruschi - Una nuova immagine. Firenze: Giunti. hlm. S.199–227. 
  • Sampson, Geoffrey (1985). Writing systems. London (etc.): Hutchinson. 
  • Wachter, Rudolf (1987). Altlateinische Inschriften: sprachliche und epigraphische Untersuchungen zu den Dokumenten bis etwa 150 v.Chr. Bern (etc.). : Peter Lang.
  • W. Sidney Allen (1978). "The names of the letters of the Latin alphabet (Appendix C)". Vox Latina — a guide to the pronunciation of classical Latin. Cambridge University Press. ISBN 0-521-22049-1 (Second edition). 
  • Biktaş, Şamil (2003). Tuğan Tel.