Stasiun Solo Balapan

Sekang Wikipedia, Ensiklopedia Bebas sing nganggo Basa Banyumasan: dhialek Banyumas, Purbalingga, Tegal lan Purwokerto.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Stasiun Solo Balapan (kode: SLO, +93m) adalah stasiun induk di kota Surakarta, tepatnya di wilayah Kelurahan Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta. Nama "Balapan" diambil dari nama kampung yang terletak di sebelah utara komplek setasiun. Stasiun ini terletak di jalur kereta api yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Pembangunan stasiun ini dilakukan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873) dan merupakan salah satu stasiun besar tertua di Indonesia (setelah Stasiun Semarang Tawang). Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Mangkunagara IV, dan merupakan stasiun untuk wilayah Kadipaten Praja Mangkunagaran. Stasiun besar di Solo untuk wilayah Kasunanan adalah Stasiun Solo Jebres. Pembangunannya dirancang oleh Herman Thomas Karsten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch. Setasiun Solo Balapan memiliki dua emplasemen, Utara dan Selatan. Emplasemen Selatan memiliki lima sepur/jalur sedangkan emplasemen Utara memiliki tujuh sepur. Emplasemen Selatan umumnya dipakai untuk pelayanan KA penumpang, sementara Emplasemen Utara lebih diperuntukkan untuk pelayanan KA barang dan pemberangkatan kereta api Senja Utama Solo. Ke arah timur, terdapat dua jurusan, rel arah ke utara menuju ke Semarang, rel ke timur menuju Surabaya. Di sisi timur setasiun terdapat segitiga pembalik (wye) yang memungkinkan rangkaian kereta api berbalik arah seluruhnya dengan menggunakan prinsip langsir. Sisi-sisi segitiga pembalik ini juga memungkinkan kereta api dari timur (dari setasiun Solo Jebres) untuk langsung ke utara / ke Semarang tanpa lewat setasiun Solo Balapan dan sebaliknya. Di dekat segitiga pembalik ini terdapat Depo BBM Pertamina, yang rel masuknya juga dari salah satu sisi segitiga pembalik ini.


Lok BB 200-03 menunggu sinyal berangkat di Solobalapan. Di kejauhan, Gunung Merapi dan Merbabu (terhalang lok) Beberapa kereta api yang berhenti di stasiun ini: Eksekutif Argo Lawu ke Jakarta Gambir Argo Dwipangga ke Jakarta Gambir Argo Wilis ke Surabaya Gubeng dan Bandung Turangga ke Bandung dan Surabaya Gubeng Bima ke Jakarta Gambir dan Surabaya Gubeng Gajayana ke Jakarta Kota dan Malang Eksekutif dan bisnis Sancaka ke Yogyakarta dan Surabaya Gubeng Lodaya ke Bandung Malabar Ekspres ke Bandung dan Malang Bisnis Senja Utama Solo ke Jakarta Pasarsenen Mutiara Selatan ke Bandung dan Surabaya Gubeng Prambanan Ekspres ke Yogyakarta/Kutoarjo Pandanwangi ke Semarang Poncol Banyu Biru ke Semarang Tawang dan Yogyakarta Stasiun Solo balapan menjadi inspirasi bagi salah satu lagu congdut yang sangat populer pada tahun 1990-an dari Didi Kempot: Setasiun Balapan.