Kota Bogor

Sekang Wikipédia, Ènsiklopédhi Bébas basa Banyumasan: dhialék Banyumas, Tegal, Cirebon karo Jawa Serang/Banten lor.
Mlumpat maring: navigasi, goleti


Kota Bogor
80px
Lambang Kota Bogor
Motto: Tegar Beriman


Locator kota bogor.png
Peta lokasi Kota Bogor
Koordinat: 106°48' BT dan 6°26' LS
Propinsi Jawa Barat
Dina dadi {{{hari jadi}}}
Dasar hukum -
Tanggal -
Pemerentahan
 - Walikota Diani Budiarto
 - {{{wakil kepala daerah}}} {{{nama wakil kepala daerah}}}
 - Ketua DPRD {{{nama ketua DPRD}}}
 - DAU Rp. 473.156.906.000,-(2011)[1]
Wewengkon 118,5 km2 (11.850 ha)
Populasi
 - Total 834.000 jiwa {{{penduduktahun}}}
 - Kepadhetan 7.037,97 jiwa/km2
Demografi
 - Basa {{{bahasa}}}
 - Zona wektu {{{zona waktu}}}
 - Kode area telepon 0251
Pembagean administratif
 - Kecamatan 6
 - Kelurahan 68
 - Situs web http://www.kotabogor.go.id

Kota Bogor kuwe salah siji kota nang Propinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota kiye manggone 54 km sisi kidul Jakarta, lan wilayahe ana nang tengahe wilayah Kabupaten Bogor. Wewengkone 21,56 km², lan jumlah pedununge 834.000 jiwa (2003). Bogor duwe julukan kota udan, jalaran nduwe curah udan sing dhuwur banget. Kota Bogor dibagi maring 6 kecamatan, sing dibagi maning maring 68 kelurahan. Dong jamane kolonial Belanda, Bogor dikenal nganggo jeneng Buitenzorg (cara nyebute: boit'n-zôrkh", bœit'-) sing artine "tanpa kecemasan" utawa "aman tenteram".

Dida dadine Kabupaten Bogor lan Kota Bogor dipengeti saben tanggal 3 Juni, jalaran tanggal 3 Juni 1482 kuwe dina penobatan Prabu Siliwangi dadi raja sekang Kerajaan Pajajaran.

Bogor (artine "enau") uwis suwe dikenal didadikna pusat pendidikan lan penelitian pertanian nasional. Nang kene ana pirang-pirang lembaga lan bale-bale penelitian pertanian lan biologi didegna wiwit abad kaping-19. Salah sijine yakuwe Institut Pertanian Bogor, ngadeg wiwit awal abad ke-20.

Letak[sunting | sunting sumber]

Kota Bogor manggone antara 106°43’30”BT - 106°51’00”BT lan 30’30”LS – 6°41’00”LS; serta mempunyai ketinggian rata-rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter dengan jarak dari ibu kota kurang lebih 60 km.

Bates Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kota Bogor jejeran karo kecamatan-kecamatan sekang Kabupaten Bogor yakuwe:

Lor Sukaraja, Bojonggede, lan Kemang
Kidul Cijeruk dan Caringin
Wetan Sukaraja dan Ciawi
Kulon Kemang dan Dramaga

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gambar:Monumen Kujang Bogor.jpg
Tugu Kujang, Bogor. Puncak monumen melambangkan senjata tradisional khas Bogor (Sunda) "Sang Kujang"

Abad kelima[sunting | sunting sumber]

Bogor ditilik dari sejarahnya adalah tempat berdirinya Kerajaan Hindu Tarumanagara di abad kelima. Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim di tempat yang sama dikarenakan daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan disaat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah pada sentra-sentra perdagangan saat itu. Namun hingga kini, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa arkeolog ternama seperti Prof. Uka Tjandrasasmita, keberadaan tepat dan situs penting yang menyatakan eksistensi kerajaan tersebut, hingga kini masih belum ditemukan bukti otentiknya.

Kerajaan Pajajaran[sunting | sunting sumber]

Di antara prasasti-prasasti yang ditemukan di Bogor tentang kerajaan-kerajaan yang silam, salah satu prasasti tahun 1533, menceritakan kekuasaan Raja Prabu Surawisesa dari Kerajaan Pajajaran. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib, keramat dan dilestarikan hingga sekarang. Kerajaan Padjajaran memiliki pengaruh kekuasaan hanya seluas Jawa Barat dan Banten.

Pakwan yang merupakan ibu kota pemerintahan Kerajaan Pajajaran diyakini terletak di Kota Bogor, dan menjadi pusat pemerintahan Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja Ratu Haji I Pakuan Pajajaran) yang dinobatkan pada 3 Juni 1482. Hari penobatannya ini diresmikan sebagai hari jadi Bogor pada tahun 1973 oleh DPRD Kabupaten dan Kota Bogor, dan diperingati setiap tahunnya hingga saat ini.[2]

Zaman Kolonial Belanda[sunting | sunting sumber]

Setelah penyerbuan tentara Banten, catatan mengenai Kota Pakuan hilang, dan baru ditemukan kembali oleh ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeck pada tahun 1687. Mereka melakukan penelitian atas Prasasti Batutulis dan beberapa situs lainnya, dan menyimpulkan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Kota Bogor.

Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff membangun Istana Bogor seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendels yang menghubungkan Batavia dengan Bogor. Bogor direncanakan sebagai sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal. Dengan pembangunan-pembangunan ini, wilayah Bogor pun mulai berkembang.

Setahun kemudian, van Imhoff menggabungkan sembilan distrik (Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga dan Kampung Baru) ke dalam satu pemerintahan yang disebut Regentschap Kampung Baru Buitenzorg. Di kawasan itu van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana Gubernur Jenderal. Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, hingga puncak Gunung Salak, dan puncak Gunung Gede.

Kebun Raya Bogor[sunting | sunting sumber]

Gambar:Patung Gadis Desa Mandi.jpg
Patung Wanita desa dipinggir kolam penghias Istana Bogor, oleh pematung Indonesia, Trubus

Ketika VOC bangkrut pada awal abad kesembilan belas, wilayah nusantara dikuasai oleh Inggris di bawah kepemimpinan Gubernur Jendral Thomas Rafless yang merenovasi Istana Bogor dan membangun tanah di sekitarnya menjadi Kebun Raya (Botanical Garden). Di bawah Rafles, Bogor juga ditata menjadi tempat peristirahatan yang dikenal dengan nama Buitenzorg yang diambil dari nama salah satu spesies palem.

Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Setelah pemerintahan kembali kepada pemerintah Belanda pada tahun 1903, terbit Undang-Undang Desentralisasi yang menggantikan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem administrasi pemerintahan modern, yang menghasilkan Gemeente Buitenzorg.

Pada tahun 1925, dibentuk provinsi Jawa Barat (provincie West Java) yang terdiri dari 5 karesidenan, 18 kabupaten dan kotapraja (stadsgemeente). Buitenzorg menjadi salah satu stadsgemeente.

Zaman Jepang[sunting | sunting sumber]

Pada masa pendudukan Jepang pada tahun 1942, pemerintahan Kota Bogor menjadi lemah setelah pemerintahan dipusatkan pada tingkat karesidenan.

Pasca kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1950, Buitenzorg menjadi Kota Besar Bogor yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 1950[3].

Pada tahun 1957, nama pemerintahan diubah menjadi Kota Praja Bogor, sesuai Undang-Undang nomor 1 tahun 1957[4].

Kota Praja Bogor berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor, dengan Undang-Undang nomor 18 tahun 1965[5] dan Undang-Undang nomor 5 tahun 1974[6].

Kotamadya Bogor berubah menjadi Kota Bogor pada tahun 1999 dengan berlakunya Undang-Undang nomor 22tahun 1999[7].

Tempat-tempat menarik dan pariwisata[sunting | sunting sumber]

Beberapa tempat menarik di Kota Bogor, di antaranya adalah:

Wisata dan rekreasi[sunting | sunting sumber]

  • Kebun Raya Bogor
    Sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 80 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi, dan IPB.
  • Istana Bogor
    Merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan ini dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan fauna yang menonjol. Salah satunya adalah adanya rusa-rusa yang indah yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.
  • Prasasti Batu tulis
    Merupakan prassati peniggalan zaman Kerajaan Padjadjaran yang ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang isinya menyebutkan Raja Pakuan Padjadjaran yang bernama Prabu Purana dinobatkan kembali dengan nama Sri Paduka Maharaja Ratu Haji dalam tahun yang tidak jelas karena ada huruf yang kosong, sehingga ada berbagai macam penafsuran Prasasti ini disimpan di tepi jalan raya Batutulis, Bogor, sekitar 2 km dari pusat kota.
  • CICO-Cimahpar Integrated Conservation Offices
    Merupakan kawasan pendidikan dan konservasi dengan pendekatan kepada alam, terletak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor. Kawasan ini memiliki beberapa fasilitas pendukung seperti gedung perkantoran, wisma, asrama (dormitory), serta kebun buah, sayur dan tanaman obat. Tempat ini dilengkapi dengan fasilitas panjat tebing, kegiatan luar, dan area outbond. Kawasan ini didedikasikan untuk kepentingan konservasi.
  • Dramaga, Bogor
    Terletak di bagian barat dari kota, tepatnya sekitar 12 Km dari pusat Kota Bogor. Wilayah Dramaga merupakan sentra produksi manisan basah dan kering, baik itu dari buah-buahan (pala, mangga, jambu batu, kemang, pepaya, kweni, salak, kedondong, atau caruluk) maupun dari bahan sayuran (wortel, labu siam, pare, lobak, bligo, serta ubi jalar).
  • Plaza Kapten Muslihat (Taman Topi)
    Didalam Plaza Kapten Muslihat terdapat sebuah taman yang diberi nama Taman Ade Irma Suryani, sebelumnya taman ini memiliki nama Taman Kebon Kembang tempat orang berwisata, namun pada tahun 1980-an taman ini berubah fungsi menjadi terminal angkutan kota karena letaknya yang strategis di muka Stasiun Bogor. Terminal tersebut kemudian direnovasi menjadi Plaza Kapten Muslihat yang mengusung konsep Bangunan berbentuk Topi, sehingga masyarakat pun menyebutnya dengan Taman Topi. Pada saat itu Plaza Kapten Muslihat merupakan salah satu alternatif tempat berwisata sebelum ledakan mal dan plaza melanda Bogor. Taman topi dilengkapi berbagai wahana permainan namun pada sejak tahun 1994 sampai saat ini (tahun 2007) tempat ini menjadi tidak terawat baik karena dikepung oleh pedagang kaki lima dan angkutan kota. Didalamnya juga terdapat pula Pusat Informasi Kepariwisataan atau Tourist Information Centre.
  • Taman Kencana
    Adalah sebuah taman kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi anak-anak kecil, kaum muda maupun orang tua yang melepas lelah setelah capai berjalan-jalan di lapangan Sempur ataupun Kebun Raya. Taman ini ramai pada hari minggu saat para orang tua dan anak-anak sedang libur.
  • Lapangan Sempur
    Lapangan yang dahulu merupakan lahan kosong yang dipergunakan sebagai lapangan upacara untuk memperingati HUT Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus ini, sekarang sudah dikelola oleh Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bogor. Lapangan ini sekarang dijadikan sebagai tempat olah raga dan lapangan multifungsi. Di lapangan ini terdapat wall-climb, lapangan basket, lapangan utama untuk bermain bola dan soft/baseball, run-track, lapangan voli beralaskan pasir pantai, area untuk senam. Pada hari minggu tempat ini akan menjadi pasar dadakan, banyak pedagang makanan ataupun alat-alat yang menggelar dagangannya disini setiap hari minggu. Lapangan ini kerap digunakan untuk berbagai even musik.
  • Rancamaya
  • Puncak
    Kawasan wisata perbukitan yang terletak disebelah timur kota Bogor, dikelilingi oleh Gunung Gede dan Gunung Pangrango.
  • Situ Gede atau Setu Gede
    Danau kecil di barat laut kota Bogor, di tepi hutan penelitian Dramaga, Bogor.
  • Gunung Bunder
  • Gunung Pancar
  • Gunung Gede
  • Gunung Salak Endah

Kolam renang[sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta dan bus[sunting | sunting sumber]

Tempat ibadah[sunting | sunting sumber]

  • Mesjid Raya Bogor
  • Masjid nahwa nur pura bojong gede
  • Gereja Katedral Bogor
  • Gereja Kristen Indonesia, Jl. Pengadilan 35
  • Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA), jl suryakencana bogor
  • Gereja HKBP, Jl. Paledang Bogor
  • Klenteng Hok Tek Bio
  • Mesjid Agung Bogor
  • Masjid Istiqom Budi Agung
  • Pura Parhyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, Taman Sari
  • Pura Giri Kusuma, Bogor Baru
  • Masjid Almuhajirin Bukit Waringin Bojonggede

Museum dan perpustakaan[sunting | sunting sumber]

  • Museum Etnobotani
    Museum Etnobotani diresmikan pada tahun 1982 oleh Prof. DR. BJ. Habibie. Didalamnya terdapat 2.000 artefak etnobotani dan berbagai diorama pemanfaatan flora.
  • Museum Zoologi
    Museum Zoologi didirikan pada tahun 1894 dengan nama Museum Zoologicum Bogoriensis.
  • Herbarium Bogoriense
    Terletak di Jalan Ir. H. Juanda, di sebelah Barat Kebun Raya Bogor. Di dalamnya tersimpan dan dipamerkan berbagai jenis daun dan buah yang telah dikeringkan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
  • Museum Tanah
    Museum Tanah didirikan pada tanggal 29 September 1988. Museum ini merupakan tempat penyimpanan jenis contoh tanah yang terdapat di Indonesia yang disajikan dalam ukuran Kecil berupa makromonolit.
  • Museum Pembela Tanah Air (PETA)
    Didirikan pada tahun 1996 oleh Yayasan Perjuangan Yanah Air, dan diresmikan oleh H. M. Soeharto (Presiden RI ke II).Didalamnya memuat 14 Diorama sebagai salah satu bentuk perwujudan dalam perjalanan proses pergerakan kebangsaan terjadi ketika pada tanggal 3 Oktober 1943 bertempat dibekas Kesatriaan tentara KNIL / Belanda, Pabaton
  • Museum Perjuangan
  • Perpustakaan Bogor.
    Didirikan pada tahun 1842 di dalam lingkungan Kebun Raya Bogor oleh ahli botani Belanda, Dr. J. Pierot. Koleksinya sekitar 300.000 jilid buku, 2.000 judul majalah ilmiah dan lebih dari 100.000 barang cetakan lainnya. Koleksinya meliputi buku-buku ilmu pengetahuan alam murni dan praktis, dengan mengutamakan biologi, yang diperoleh dari hasil pertukaran dengan lembaga-lembaga ilmiah dan ahli-ahli botani dan biologi di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan ini paling baik dan lengkap di Asia Tenggara.

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Deleng uga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala jaba[sunting | sunting sumber]

Cithakan:Wisata

Cithakan:Kota Bogor Cithakan:Kota gedhe nang Indonesia